PAMEKASAN – Fakultas Ekonomi Universitas Islam Madura (FE UIM) kembali mengukuhkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi dunia kerja melalui penyelenggaraan Yudisium Tahun Akademik 2025–2026, pada Minggu, 8 November 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Al-Fatah Universitas Islam Madura tersebut meluluskan sebanyak 48 mahasiswa dan mahasiswi dari lingkungan Fakultas Ekonomi.
Yudisium ini menjadi momentum penting bagi para lulusan setelah menyelesaikan seluruh rangkaian proses akademik di perguruan tinggi. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebanggaan, dengan dihadiri pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta para peserta yudisium.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi UIM, Ach. Baihaki, SE., M.Sc, menyampaikan rasa bangga atas capaian para lulusan. Ia secara khusus mengungkapkan bahwa sekitar 20 persen mahasiswa yang di-yudisium telah terserap pasar kerja bahkan sebelum dinyatakan lulus. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kompetensi mahasiswa FE UIM mulai mendapatkan tempat dan kepercayaan dari dunia usaha dan industri.
Dekan menjelaskan bahwa salah satu faktor yang turut membuka peluang kerja bagi lulusan FE UIM adalah perkembangan tata niaga tembakau dan industri pengolahan hasil tembakau yang mulai tumbuh di Madura. Perkembangan sektor tersebut menciptakan kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang akuntansi, keuangan, administrasi, manajemen, dan pengelolaan bisnis.
“Kami melihat adanya perkembangan positif dalam penyerapan lulusan FE UIM. Sekitar 20 persen mahasiswa bahkan sudah mendapatkan kesempatan kerja sebelum mereka menyelesaikan studi. Pertumbuhan tata niaga tembakau dan industri pengolahan hasil tembakau di Madura menjadi salah satu peluang ekonomi yang mulai membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi ekonomi dan bisnis. Ini merupakan kesempatan yang harus mampu dijawab oleh perguruan tinggi melalui penguatan kualitas lulusan,” ungkap Ach. Baihaki.

Fitria Regina Amalina, Lulusan Terbaik dengan Rekam Jejak Program MBKM
Pada pelaksanaan yudisium tahun ini, Fitria Regina Amalina berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik FE UIM. Capaian tersebut semakin istimewa karena selama masa studinya, Fitria tidak hanya menunjukkan prestasi akademik, tetapi juga aktif mengembangkan kompetensi melalui berbagai program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Fitria tercatat pernah terpilih mengikuti dua program MBKM yang didanai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Program pertama adalah Pertukaran Mahasiswa ke Bali, yang memberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman pembelajaran lintas perguruan tinggi, mengenal lingkungan akademik yang berbeda, serta memperluas wawasan dan jejaring mahasiswa.
Program kedua adalah Program Wirausaha Mandiri yang bekerja sama dengan Universitas Airlangga. Melalui program tersebut, Fitria memperoleh pengalaman dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan, memahami praktik bisnis, serta meningkatkan kemampuan dalam menghadapi tantangan dunia usaha.
Tidak berhenti pada pengalaman tersebut, saat ini Fitria juga tengah menjalani kegiatan magang di Kantor Akuntan Publik (KAP) Moh. Wildan & Adi Darmawan. Pengalaman ini menjadi kesempatan penting untuk memperdalam kompetensi profesional di bidang akuntansi dan memahami praktik jasa akuntansi serta audit secara langsung.
Dekan FE UIM menyampaikan bahwa perjalanan akademik Fitria merupakan gambaran lulusan yang diharapkan fakultas, yaitu mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian indeks prestasi akademik, tetapi juga memiliki pengalaman, keterampilan, jejaring, dan kesiapan menghadapi dunia profesional.
“Fitria Regina Amalina menjadi salah satu contoh bahwa mahasiswa harus mampu memanfaatkan berbagai peluang pengembangan diri selama berada di bangku kuliah. Pengalaman mengikuti pertukaran mahasiswa, program kewirausahaan bersama Universitas Airlangga, hingga magang di Kantor Akuntan Publik merupakan modal penting untuk membangun daya saing. Kami berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya,” tambah Dekan.
Memperkuat Keterhubungan Perguruan Tinggi dengan Dunia Usaha dan Industri
Lebih lanjut, FE UIM berkomitmen untuk terus memperkuat keterhubungan antara proses pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Pengalaman mahasiswa melalui program MBKM, praktik kerja lapangan, magang profesional, serta kemitraan dengan berbagai entitas bisnis menjadi bagian dari strategi fakultas dalam meningkatkan relevansi kompetensi lulusan.
Perkembangan industri pengolahan hasil tembakau, lembaga keuangan, sektor jasa, serta UMKM di Madura juga menjadi peluang strategis bagi FE UIM untuk memperluas kemitraan dan meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan ekonomi daerah.
Menurut Dekan, lulusan ekonomi dan bisnis ke depan tidak cukup hanya memiliki kemampuan teoritis. Mereka harus mampu mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan keterampilan praktis, penguasaan teknologi, kemampuan komunikasi, etika profesional, dan jiwa kewirausahaan.
Pelaksanaan yudisium Tahun Akademik 2025–2026 ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana lulusan mampu memasuki dunia kerja, menciptakan peluang usaha, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan meluluskan 48 mahasiswa dan adanya capaian penyerapan kerja sebelum kelulusan, FE UIM optimistis dapat terus meningkatkan kualitas dan daya saing lulusannya.
Yudisium bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari pengabdian dan kontribusi nyata para lulusan bagi masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan ekonomi Madura.
Alumni sebagai Mitra Strategis Pengembangan Almamater
Dekan FE UIM juga mengajak seluruh lulusan untuk tidak menjadikan yudisium sebagai akhir hubungan dengan almamater. Sebaliknya, kelulusan harus menjadi awal terbentuknya ikatan alumni yang kuat, produktif, dan saling memberikan manfaat. Alumni diharapkan tidak hanya sukses dalam perjalanan karier masing-masing, tetapi juga bersedia menjadi bagian dari pengembangan Fakultas Ekonomi UIM melalui kontribusi pemikiran, pengalaman profesional, jejaring kerja, maupun kesempatan kolaborasi.
“Kami ingin para alumni FE UIM tidak melupakan almamaternya. Di mana pun nantinya berkarier dan berkiprah, bawalah nama baik Universitas Islam Madura. Ketika kalian berhasil, jangan lupa membuka jalan bagi adik-adik mahasiswa yang masih menempuh pendidikan. Jadilah penghubung antara kampus dengan dunia kerja, berikan informasi peluang karier, kesempatan magang, dan ruang kolaborasi. Kami ingin alumni menjadi kekuatan baru bagi pertumbuhan FE UIM,” pesan Ach. Baihaki.
Lebih lanjut, FE UIM berharap terbentuk ekosistem alumni yang saling terhubung dan mampu menjadi mitra strategis fakultas dalam memperluas penyerapan lulusan, mengembangkan kewirausahaan, serta memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan industri, khususnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Madura.
