PAMEKASAN – Fakultas Ekonomi Universitas Islam Madura (FE UIM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan tradisi akademik dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi (SINEMA) 2026, pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Mengangkat tema “Pesantren Masa yang Akan Datang (Tantangan Ekonomi dan Pertanggungjawabannya)”, kegiatan ini menjadi ruang akademik untuk mendiskusikan masa depan pesantren dalam menghadapi dinamika ekonomi, tantangan tata kelola kelembagaan, serta tuntutan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan sumber daya pesantren.
SINEMA 2026 menghadirkan narasumber Dr. Robiatul Auliyah, SE., M.SA, dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Dengan kompetensi dan pengalaman akademiknya, narasumber mengajak peserta untuk melihat pesantren tidak hanya sebagai institusi pendidikan dan dakwah, tetapi juga sebagai entitas sosial-ekonomi yang membutuhkan penguatan tata kelola, pengelolaan keuangan, serta sistem pertanggungjawaban yang memadai.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi, yaitu Fakultas Ekonomi Universitas Islam Madura (FE UIM), STIE Bakti Bangsa (STIEBA) Pamekasan, UIN KHAS Jember, dan STEI Masyarakat Madani. Kehadiran peserta lintas perguruan tinggi tersebut menunjukkan pentingnya membangun kolaborasi akademik dalam merespons persoalan ekonomi dan pengembangan kelembagaan pesantren.
Menariknya, SINEMA 2026 tidak hanya diselenggarakan sebagai agenda internal FE UIM. Kegiatan ini juga didukung oleh dua perguruan tinggi sebagai co-host, yakni UIN KHAS Jember dan STIEBA Pamekasan. Keterlibatan kedua institusi tersebut menjadi wujud sinergi ant perguruan tinggi dalam membangun ruang diskusi ilmiah yang lebih luas dan berkelanjutan.

Dekan FE UIM, Ach. Baihaki, SE., M.Sc, secara khusus menyampaikan bahwa penyelenggaraan SINEMA 2026 merupakan bagian dari konsistensi fakultas dalam memberikan kontribusi akademik bagi pengembangan pesantren. Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan dan hadiah ilmiah dalam momentum Hari Santri Nasional.
“Kami ingin secara konsisten memberikan hadiah untuk Hari Santri dalam bentuk kajian-kajian ilmiah yang berkelanjutan. Bagi kami, pesantren bukan sekadar objek kajian, melainkan bagian penting dari ekosistem sosial, pendidikan, dan ekonomi yang harus terus diperkuat. Universitas Islam Madura sendiri tumbuh dan berkembang dari lingkungan serta tradisi pesantren. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab moral dan akademik kami untuk ikut menopang tumbuh kembangnya pesantren melalui kontribusi keilmuan,” ungkap Ach. Baihaki.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pesantren masa depan membutuhkan penguatan kapasitas kelembagaan, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks. Pesantren dituntut untuk mampu mengembangkan kemandirian ekonomi, mengelola aset secara produktif, membangun sistem administrasi dan keuangan yang akuntabel, serta mempertahankan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi pengelolaan kelembagaan.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk mendampingi proses transformasi tersebut melalui penelitian, pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan pesantren.
Pelaksanaan SINEMA 2026 juga menjadi bagian dari implementasi arah pengembangan FE UIM yang semakin berorientasi pada penguatan jejaring akademik, peningkatan kualitas penelitian, serta perluasan kemitraan antarlembaga pendidikan tinggi. Kehadiran UIN KHAS Jember dan STIEBA Pamekasan sebagai co-host diharapkan dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas dalam penyelenggaraan kegiatan ilmiah pada masa mendatang.

Melalui forum ini, FE UIM berharap lahir gagasan, rekomendasi, dan perspektif baru mengenai pengembangan pesantren, terutama dalam aspek ekonomi, manajemen, akuntansi, dan pertanggungjawaban kelembagaan.
SINEMA 2026 bukan sekadar agenda seminar tahunan, melainkan ikhtiar FE UIM untuk menjadikan tradisi akademik sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi pesantren. Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, FE UIM berkomitmen untuk terus hadir mendampingi perkembangan pesantren sebagai salah satu pilar penting pembangunan pendidikan, sosial, dan ekonomi masyarakat Madura.
Keriuhan SINEMA 2026
