Riau – Komitmen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Madura (FE UIM) untuk terus meningkatkan daya saing Program Studi S1 Akuntansi kembali diwujudkan melalui kehadiran dosennya dalam forum akademik bergengsi tingkat nasional. Ach. Baihaki, SE., M.Sc, yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi UIM, tampil sebagai presenter dalam Simposium Nasional Akuntansi (SNA) XXIX yang diselenggarakan di Universitas Riau pada 8–10 September 2026.
SNA merupakan salah satu forum ilmiah penting bagi komunitas akuntansi di Indonesia yang mempertemukan para akademisi, peneliti, praktisi, dan akuntan pendidik dari berbagai perguruan tinggi. Kehadiran dosen FE UIM dalam forum tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan gagasan dan hasil penelitian sekaligus membangun jejaring akademik dengan berbagai program studi akuntansi dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Ach. Baihaki mempresentasikan artikel berjudul “Asuransi Sosial ‘Rukun Kematian’ Berbasis Komunitas Masyarakat dalam Perspektif Akuntansi Syariah.” Artikel ini merupakan karya kolaboratif yang melibatkan sejumlah dosen dari Universitas Trunojoyo Madura, sehingga sekaligus menjadi representasi semangat kolaborasi akademik antarpenguruan tinggi di Madura dalam mengembangkan kajian akuntansi syariah yang berangkat dari praktik sosial masyarakat.

Kajian mengenai Rukun Kematian menjadi menarik karena mengangkat praktik solidaritas sosial yang telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat ke dalam perspektif keilmuan akuntansi syariah. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ilmu akuntansi tidak hanya dapat dilakukan melalui kajian terhadap praktik bisnis formal, tetapi juga dapat berangkat dari praktik ekonomi dan sosial berbasis komunitas yang hidup di tengah masyarakat.
Bagi FE UIM, keterlibatan Ach. Baihaki sebagai presenter dalam SNA XXIX memiliki arti strategis. Keikutsertaan tersebut tidak sekadar menjadi ruang untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga merupakan bagian dari konsistensi FE UIM dalam menghadirkan dosen pada forum-forum ilmiah bergengsi di tingkat nasional.
Dekan FE UIM tersebut menyampaikan bahwa penguatan daya saing Program Studi S1 Akuntansi harus dibangun melalui budaya akademik yang mendorong dosen untuk aktif melakukan penelitian, mempublikasikan hasil pemikiran, serta berani tampil dalam forum ilmiah bersama akademisi dari berbagai perguruan tinggi.
“Kehadiran kami di SNA XXIX merupakan bagian dari ikhtiar yang konsisten untuk meningkatkan daya saing Prodi Akuntansi FE UIM. Kami ingin menunjukkan bahwa dosen-dosen FE UIM mampu hadir, berdiskusi, dan berkontribusi dalam forum akademik yang mempertemukan para akuntan pendidik dari seluruh Indonesia,” ungkap Ach. Baihaki.
Menurutnya, keikutsertaan dalam SNA juga menjadi bagian dari strategi FE UIM untuk secara bertahap mensejajarkan diri dengan berbagai program studi akuntansi bergengsi di tanah air. Proses tersebut membutuhkan konsistensi, bukan hanya dalam peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga dalam produktivitas penelitian, publikasi, kolaborasi akademik, dan keterlibatan aktif dalam forum ilmiah nasional maupun internasional.
“Kita tidak ingin hanya menjadi penonton. FE UIM harus terus hadir di ruang-ruang akademik nasional. Dari sana kita belajar, membangun jejaring, mendapatkan masukan, sekaligus menunjukkan bahwa Prodi Akuntansi FE UIM memiliki gagasan dan karya yang layak diperbincangkan dalam komunitas akuntansi Indonesia,” lanjutnya.
Kehadiran Ach. Baihaki di SNA XXIX juga memperkuat rekam jejak keterlibatan dosen FE UIM dalam forum akademik bergengsi. Sebelumnya, sejumlah dosen FE UIM juga telah tampil sebagai presenter dalam forum ilmiah nasional, termasuk KRA XIII di Universitas Kristen Petra Surabaya. Rangkaian partisipasi tersebut menunjukkan adanya upaya sistematis untuk membangun budaya akademik yang semakin terbuka, produktif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan daya saing.

Selain memperkuat reputasi akademik, penelitian yang dipresentasikan juga menjadi bagian dari upaya FE UIM untuk mengembangkan kekhasan kajian akuntansi yang dekat dengan realitas masyarakat. Pengangkatan praktik Rukun Kematian dalam perspektif akuntansi syariah menjadi contoh bagaimana nilai-nilai sosial, solidaritas, dan kearifan lokal dapat dikaji secara akademik serta dikembangkan menjadi kontribusi keilmuan.
Ke depan, FE UIM berkomitmen untuk terus mendorong dosen dan mahasiswa Prodi S1 Akuntansi agar semakin aktif dalam berbagai forum akademik, meningkatkan kualitas publikasi dan penelitian, serta memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi dan lembaga profesional. Langkah tersebut menjadi bagian dari perjalanan FE UIM untuk membangun Program Studi S1 Akuntansi yang semakin unggul dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun ASEAN.
Konsistensi untuk hadir, berkolaborasi, dan berkontribusi di forum akademik nasional menjadi salah satu ikhtiar FE UIM untuk membuktikan bahwa kampus dari Madura juga mampu mengambil bagian dalam percakapan besar perkembangan ilmu akuntansi di Indonesia.
